Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/anzschsa/public_html/miplus/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Santunan Yatim dan Dhuafa

Dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 H dan Lebaran Anak Yatim 10 Muharram 1436 H, Yayasan An-Nizhomiyah bekerja sama dengan element masyarakat Kota Depok menyelanggarakan acara santunan yatim dan dhuafa yang dilaksanakan pada hari Minggu, 16 November 2014 di Aula MTs. TiQ An-Nizhomiyah Cilodong. Acara tersebut dihadiri oleh Yatim dan Dhuafa sekitar 120 orang dan beberapa tamu undangan dari tokoh masyarakat, para ulama, tokoh pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar. Acara ini adalah kegiatan rutinitas tahunan yang sudah sekitar 13 tahun dilaksanakan.

Ketua penyelenggara sekaligus Ketua Yayasan An-Nizhomiyah Drs. H. Ahmad Sadeli, M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan, kepudilian terhadap Yatim dan Dhuafa adalah tugas kita semua, karena mereka butuh kita bantu dari sisi finansial, kehidupan maupun pendidikan. Yayasan An-Nizhomiyah sangat konsen sekali terhadap pendidikan anak yatim yang kurang mampu, dengan memberikan fasilitas pendidikan gratis untuk bisa sekolah sampai jenjang tertinggi di Yayasan An-Nizhomiyah.

Mengapa sampai diidentikkan dengan bulan Muharram? Karena ada anjuran untuk "mengusap kepada anak yatim" pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari Asyura. Mengusap kepada anak yatim adalah bahasa ungkapan untuk memberikan santunan dan bantuan kepada mereka. Rasul saw menyayangi anak-anak yatim, dan lebih menyayangi mereka pd hari 10 muharram (Asyura), dan menjamu serta bersedekah pd 10 muharram bukan hanya pada anak yatim tapi keluarga, anak, istri, suami dan orang orang terdekat, karena itu sunnah beliau saw dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh. (Faidhul qadir )

Anjuran ini memang sangat masyhur dikenal di sebagian masyarakat dan merupakan salah satu diantara amaliyah lainnya seperti puasa, shalat, silaturrahim, menjenguk orang sakit, memakai celak mata, mandi, meluaskan belanja, menziarahi orang alim dan lainnya. Sebagaimana dituliskan dalam kitab I'anatut- Thalibin tentang anjuran amaliyah pada 10 Muharram.

Tidak ada salah nya kita peduli dengan anak yatim, dasar dalil dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Maa’un ayat 1-7 yang menjelaskan tentang sifat-sifat manusia yang buruk yang membawa mereka ke dalam kesengsaraan. “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna.